25 Guru Nahdlatul Muslimin Raih Gelar Magister dari UNISNU Jepara

08 Juli 2026 17:02:08

 

25 Guru Nahdlatul Muslimin Raih Gelar Magister dari UNISNU Jepara

Sebanyak 25 guru di lingkungan Yayasan Darussalam 1969 berhasil menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Capaian tersebut ditandai dalam Wisuda Ke-27 Program Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, di GOR Futsal Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. 

Wisuda Ke-27 UNISNU Jepara mengukuhkan 414 lulusan dari berbagai program studi. Bagi Nahdlatul Muslimin, momentum tersebut memiliki arti khusus karena 25 guru yang selama ini menjalankan tugas pendidikan di lingkungan madrasah berhasil menuntaskan pendidikan jenjang magister. 

Guru Juga Terus Belajar

Peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi bagian dari komitmen Yayasan Darussalam 1969 untuk terus memperkuat kualitas dan profesionalisme pendidik. Melalui pendidikan pascasarjana di UNISNU Jepara, para guru tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat kemampuan pengelolaan pendidikan, serta membawa pengalaman akademik baru kembali ke lingkungan madrasah.

Semangat tersebut berangkat dari keyakinan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang telah menjadi guru. Perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta kebutuhan murid yang terus bergerak menuntut pendidik untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan.

Sebanyak 25 guru yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister tersebut, berdasarkan urutan alfabetis, adalah Abdur Rohim, Anif Kholida, Chasan Marzuki, Fariqoh Agustin, Fauziatul Husna, Fikrotul Irtiya, Mahfud Wafda, Maskur, Masriah, Muhammad Irham, Muhammad Najih, Muktamaroh, Muzayyin, Nida'ul Khoiroh, Nur Haji, Rigen Hartini, Roihah, Rusthon Zetfi, Sania Kumala, Setyowati, Siti Aisiyah, Siti Umiyati, Sri Handayani, Suharno, dan Vina Maulida Zakiyyah.

Investasi untuk Kualitas Pendidikan

Keberhasilan 25 guru meraih gelar magister menjadi capaian penting bagi Yayasan Darussalam 1969. Peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pengembangan fasilitas dan program untuk murid, tetapi juga membutuhkan pendidik yang terus bertumbuh.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan pascasarjana diharapkan kembali ke ruang kelas melalui pembelajaran yang semakin berkualitas, pengembangan media dan metode belajar, penguatan manajemen madrasah, serta pendampingan murid yang semakin baik.

Bagi MA Nahdlatul Muslimin, kehadiran guru-guru dengan kualifikasi akademik yang semakin baik menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas madrasah.

Gelar Bukan Titik Akhir

Wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar. Sebaliknya, gelar magister membawa tanggung jawab baru agar ilmu yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi madrasah dan murid.

Capaian ini sekaligus menjadi pesan bahwa budaya belajar harus hidup di seluruh lapisan pendidikan. Murid belajar, guru pun terus belajar. Ketika pendidik terus mengembangkan diri, madrasah memiliki fondasi yang semakin kuat untuk tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan.

Keberhasilan 25 guru Nahdlatul Muslimin menyelesaikan pendidikan magister menjadi salah satu langkah nyata Yayasan Darussalam 1969 dalam menjaga kualitas pendidikan: mengembangkan murid sekaligus terus mengembangkan para pendidiknya.

 

Info Terbaru

17 SEP 2026 12:09:37
  MA Nahdlatul Muslimin Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat...
20 JUL 2026 13:09:21
  Kepercayaan Masyarakat Terus Tumbuh, MA Nahdlatul Muslimin...
30 JUN 2025 15:06:29
  Profil MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus   Tentang MA...

Kategori Informasi

Info Lainnya